Minggu, 01 Januari 2012

Kertas Usang dalam Saku Celanaku

Kertas Usang dalam Saku Celanaku, masih terlipat rapi, namun sedikit menggumpal dan sedikit luntur tulisan yg ada d dalamnya. Mungkin karena tertinggal d situ sejak aku tk memakainya lg. Sangat lama sekali,, ku biarkan saja kertas usang itu terkena air saat ku cuci. Sangat jelas pula tulisan itu, tentangmu, seseorang yg pernah menemani perjalanan hidupku.


 Memang tk ada yg sangat spesial dlm kertas itu, bukan sebuah peta harta karun, bukan pula nilai ujianku yg mencapai angka 100,, hanya tulisanku tentang dirimu,,, benar,, hanya tentang dirimu. Ku mulai mengeja lg tulisan2 luntur d dalamnya, sontak aku tersenyum, tk ada yg lucu memang, hanya saja kertas itu masih bertahan dalam jangka waktu yg lama, saat dirimu tk lg d sisiku.

Malam itu, seakan menjadi malam yg panjang untukku. Berulang kali ku baca, dan ku bolak-balik, kata2nya pun sama. Namun tk ada bosan dalam pikiranku. Mungkin dia, telah memberikan hal paling berharga selama menemaniku,, dulu.

Sedetikpun berlalu, kucoba memejamkan mata dan mengingat semua akan sumber inspirasi dalam kertas usang itu. Seperti sinetron d televisi yg mencoba mengulang kejadian masa lalu sang pemain. Satu per satu cerita demi cerita masuk dalam saraf otakku, mengikatku untuk terus mengingatmu. Orang menyebutnya cinta, mungkin kata aneh itu yg membuat dia ada d sampingku, dan kata aneh itu pula yg memaksa kita memilih kalan sendiri.

Tk pernah ku tahu apa maksud Tuhan mengingatkanku akan semuanya. Namun cukup membuatku bersyukur, aku masih bs mengingatmu,, dan selagi ada waktu untukku bs mengingatmu, aku ingin berterima kasih kepadamu,,